Suku Cia-cia pernah Menjadi Pembahasan Koran Internasional tentang Hangeul (Alphabet Korea)


Etnis Cia-Cia pernah dibahas dalam berbagai publikasi internasional. Malah, koran bergengsi seperti The Strait Times dan The Wall Street Journal yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) juga ikut menurunkan tulisan tentang etnis Cia-Cia. Mereka banyak disebut karena bahasa Cia-Cia diajarkan dengan alfabet Korea di banyak sekolah di Sorawolio, Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Selatan . Beberapa media besar di Indonesia ikut-ikutan mengutip berita dari luar negeri tersebut, tanpa melakukan verifikasi langsung ke sekolah mengajarkan bahasa Cia-Cia dalam alfabet Korea. Berikut kutipan dari beberapa media tersebut:

Ternyata tidak semua penduduk Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai sarana tulis menulis. Suku di pedalaman Buton, Sulawesi Selatan, Cia-cia misalnya. Mereka menggunakan huruf Hangeul untuk menulis kata-kata. Menurut profesor dari Seoul National Univesity, Lee Ho Young, suku Cia-cia sebenarnya bisa berbahasa dalam Bahasa Indonesia. Namun mereka buta huruf sehingga tidak bisa menulis.

Saat datang ke pemukiman tersebut, Lee pun mengajarkan huruf Hangeul kepada anggota suku sejak 21 Juli 2009. Tujuannya agar suku Cia cia tersebut dapat memelihara bahasa aslinya walaupun menulis menggunakan huruf Korea. “Cia-cia sekarang dapat memelihara bahasa aslinya (dengan menuliskannya menggunakan Hangeul),” kata Lee seperti dilansir The Straits Times, Jumat (7/8/09). Selain membantu Lee rupanya memiliki tujuan lain. Sebagai ahli bahasa, Lee ingin huruf Hangeul dapat digunakan di luar Korea. “Saya harap ini akan menjadi batu loncatan untuk menyebarkan Hangeul ke luar”. kata Lee.

Untuk menunjang misi tersebut Hunminjeongeum Research Institute, tempat Lee bernaung, berencana akan melatih guru bahasa November. Penyebaran Hangeul sudah digunakan sejak beberapa tahun lalu untuk membantu suku-suku minoritas di Asia yang tidak memiliki sistem penulisan. Huruf Hangeul yang memiliki 24 karakter diperkenalkan oleh King Sejong pada tahun 1443 untuk menggantikan karakter huruf China di Korea.

Fakta ini menjadi berita besar baik bagi orang Korea sendiri, maupun oleh warga Asia, maupun dunia. Orang Korea amat bangga dengan kebudayaannya. Menurut seorang teman yang pernah ke Korea, di sana jarang orang pakai mobil-mobil impor. “Kebanyakan orang Korea pakai mobil Hyundai sebab diproduksi Korea sendiri,” katanya. Kebanggaan akan budaya ini menjadi api yang membakar nasionalisme dan menebalkan identitas bangsanya. Makanya, saya bisa bayangkan betapa hebohnya orang Korea ketika mengetahui bahwa ada satu etnis kecil di Indonesia, di tengah Pulau Buton, yang belajar alfabet Korea untuk menuliskan bahasanya sendiri. Ini adalah berita besar buat mereka.

Pantas saja kalau dalam beberapa bulan ini, ada banyak wartawan asal Korea yang datang ke Bau-Bau untuk meliput kegiatan diajarkannya bahasa Korea tersebut. Bahkan tayangan tentang pengajaran bahsa Korea itu akan diputar di semua televisi nasional Korea, dalam momentum peringatan kemerdekaan di Korea.
Tak pelak, hal ini juga menimbulkan rasa penasaran dari negeri Jepang –yang merasa lebihhebat dari Korea. Menurut Walikota Bau-Bau, Amirul Tamim, ia sudah beberapa kali dikunjungi wartawan asal Jepang yang menanyakan kenapa harus mengajarkan alfabet Korea, dan bukannya alfabet Jepang. Amirul mengatakan bahwa orang Korea lebih proaktif memperkenalkan budayanya. Kebetulan pula, yang diajarkan adalah tetap bahasa Cia-Cia, namun dengan aksara Korea.

Salah satu papan nama jalan di Bau-Bau, Buton dengan memakai huruf Hangeul

Informasi tambahan :
http://rki.kbs.co.kr/indonesian/news/news_newissue_detail.htm?No=2003
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Cia-Cia
http://id.wikipedia.org/wiki/Hangeul

3 Balasan ke Suku Cia-cia pernah Menjadi Pembahasan Koran Internasional tentang Hangeul (Alphabet Korea)

  1. ida farida (idet thea) mengatakan:

    Saya sebagai salah satu pengajar bahasa korea husnudhon jika apa yang terjadi pasti ini adalah yang terbaik untuk suku cia-cia, sukses slalu tuk suku cia cia…. ingin rasanya suatu hari nanti saya bisa berkunjung ke suku cia cia untuk belajar hangeul bareng, Amin……(^_^)

  2. sempulur mengatakan:

    Sekedar ingin menyampaikan salam kenal dari komunitas keluarga miskin untuk belajar bahasa korea.
    Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  3. desipuspie mengatakan:

    Aq ska ma kpop jd dkung ja dech. . . Spa tw swtu saat sku cia cia kdatang’an dbsk ma shinee😐. . . * ngarep bgt *

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: